Tips Hadapi Anak Ngambek

Menghadapi anak ngambek bagi sebagian orang tua jelas tidak mudah. Sepertinya, ini salah, itu salah. Trik jitu diperlukan untuk menjaga emosinya tetap terkendali.

Simak ulasannya, seperti dipaparkan Mira Firlana, S.Psi., M.Psi.

Berikan penjelasan
Ketika si kecil tidak mendapatkan apa yang diinginkannya, pasti dia ingin tahu apa alasannya. Sehingga, orang tua tidak cukup hanya mengatakan “tidak boleh” melainkan berikan alasan mengapa hal itu tidak boleh dilakukan. Tentu saja dengan bahasa atau alasan yang dimengerti anak.

Orang tua harus tegas
Diamkan anak saat ia sedang menangis berguling-guling atau mungkin diam saja karena tidak memeroleh apa yang dia mau. Anak akan berpikir bahwa dengan tindakan tersebut ia tetap tidak akan memperoleh apapun yang ia mau. Orang tua harus kompak, jangan yang satu memberikan sedangkan yang satu justru melarang.

Selain itu, orang tua harus bersikap konsisten, karena kalau tidak anak akan menjadi bingung karena gonta-ganti keputusan. Orang tua jangan iba dengan tangisan atau rengekan si kecil, karena ternyata anak dapat memanipulasi.

Berikan penjelasan ulang
Carilah waktu yang sesuai, ajak anak mengobrol lalu berikan penjelasan ulang kenapa waktu itu si kecil tidak memeroleh A, misalnya. Pada saat situasi hati yang sedang baik, masukkan biasanya akan lebih mudah diterima anak berbeda dengan misalnya saat ia sedang ngambek. Bisa saja alasan pelarangan orang tua tidak diterimanya.

Kurangi keinginan untuk selalu menuruti apa yang anak mau
Mungkin saat orang tua kecil dulu tidak selalu memeroleh apapun yang diinginkan dan untuk ‘membalasnya’ selalu menuruti apa pun yang anak minta. Wah, kalau sudah begini bisa-bisa bukannya mendidik malah akan menjerumuskan anak. Sayang pada anak bukan selalu memberikan apa yang mereka minta, tapi lebih pada perhatian dan apa yang mereka butuhkan. Maka berikanlah apa yang menurut orang tua memang dibutuhkan, bermanfaat dan ‘wajar’ kepada anak.

Penting bagi orang tua!

  1. Terapkan teknik relaksasi seperti menarik napas panjang. Cara ini cukup ampuh untuk menurunkan ‘tensi’ orang tua yang mulai naik saat menghadapi si kecil ngambek.
  2. Ingat bahwa anak bukanlah orang dewasa dalam bentuk anak kecil. Sehingga anak masih belum mengerti bagaimana harus menyikapi sesuatu hal (misalnya keinginan yang tidak terpenuhi) dan si kecil masih membutuhkan pengertian dan penjelasan.
  3. Jika anak bersikap ‘berbeda’ dari anggota keluarga lainnya, perlu orang tua sadari bahwa informasi saat ini dapat diperoleh dengan mudahnya dari luar, misalnya televisi atau teman sebaya. Jadi jangan kaget jika di rumah tidak ada yang suka ngambek, mendadak si kecil malah suka ngambek.
  4. Tambahlah pengetahuan Anda mengenai tahapan perkembangan anak, baik dari majalah, buku, internet atau lainnya. Sehingga Anda tahu apakah pola si kecil ini masih wajar atau tidak. Toh, ini semua demi perkembangan buah hati agar maksimal.

Sumber: Informasi DechaCare.com

Advertisements

Tags: , , ,


%d bloggers like this: